Senin, 08 Juli 2013

Mengapa Cinta Membuat Kita Sedih


Mengapa Cinta Membuat Kita Sedih
Mungkin kamu pernah bertanya tentang penyebab mengapa cinta membuat kita sedih atau menderita, karena tak sedikit orang yang jatuh cinta namun berujung kesedihan. Ada yang mengatakan kalau jarak antara jatuh cinta dengan patah hati itu sangat tipis, untuk itu bersiaplah jika kamu sedang jatuh cinta maka siap juga untuk merasakan kecewa.

Cinta memang memberikan banyak warna dalam hidup kita, ada kalanya kita akan merasa sangat bahagia karena merasakan cinta dari orang yang kita sayang. Namun jika cinta menemukan halangan yang membuat kita menjadi sedih itu artinya ada hal yang tidak terlaksana dan membuat perasaan cinta menjadi kecewa.

Jika kita jatuh cinta terhadap seseorang, pasti perasaan berbunga-bunga hadir memenuhi hati, namun apakah orang yang kita cinta pasti akan membalas cinta kita? Nah jika ternyata kenyataannya cinta harus bertepuk sebelah tangan memang akan menyisakan kesedihan, yang perlu kita ambil hikmah dari hal tersebut adalah belajar hati-hati. Jangan terlalu menggantungkan harapan sepenuhnya terhadap cinta yang belum pasti, karena hal itu akan membuat batin tersiksa bila cinta tak kesampaian.

Jadi jika saat ini kamu tengah merasakan kesedihan karena cinta, mungkin itu karena cinta yang kamu rasa tidak menemukan jalan yang mulus. Peliharalah cinta yang sudah kita miliki, bisa dengan
kata kata kangen sama si dia atau lebih memberinya perhatian agar tidak terjadi perselisihan yang berujung kesedihan.

Hal penting yang harus kita ketahui adalah cinta tak selamanya dapat memiliki, orang yang saling mencintai pun tak jarang harus berpisah karena alasan tertentu. Jadi wajar kalau banyak yang bertanya mengapa cinta membuat sedih dan menangis, itulah warna-warni cinta dengan sejuta rasa yang hadir bersamanya. Apa yang dapat kita lakukan adalah mensyukuri setiap cinta yang datang dariNya.
nilah Apa Yang Cowok Suka Dari Cewek

Mungkin kamu pernah mikir apa yang cowok tidak suka dari cewek, sebagai seorang wanita wajar saja kalau ingin tahu
apa yang cowok suka dari cewek dan apa yang membuatnya tidak nyaman berada disisi cewek. Kadang cewek terlalu berhati-hati saat didepan cowok, takut kalau salah tingkah lah, takut nanti dia jadi ilfeel lah, dan banyak lagi.
Mengapa cinta pertama sulit dilupakan dan seperti sangat membakas di hati kita? Bagi sebagian orang, cinta pertama merupakan kenangan yang tak kan mudah untuk dilupakan, baik itu kenangan manis, pahit, sedih, serta berbagai macam perasaan yang kadang sangat susah untuk dihapus dari pikiran kita.

Segala sesuatu yang baru pertama kali kita alami pasti akan meninggalkan kesan mendalam sehingga seringkali membuat kita teringat. Begitu juga dengan cinta pertama, karena jatuh cinta yang pertama adalah proses kita belajar bagaimana mengerti perasaan cowok, bagaimana cara merayu wanita, dan bagaimana rasanya berbagi kasih dengan orang yang kita sayang.

Dengan berbagai perasaan yang serba 'baru' itulah sepertinya apa yang kita alami dengan cinta pertama akan selalu merasuk kehati. Ibarat orang yang sedang belajar berjalan, pada saat jatuh cinta pertama kali adalah saat-saat dimana kita mengerti hal baru, yang sebenarnya akan membuat kita lebih kuat kelak dikemudian hari.

Meskipun cinta pertama sulit untuk dilupakan, namun tentu kita tidak ingin selalu dihantui oleh kenangan sedih maupun manis yang kita rasakan dahulu. Jika anda saat ini sudah memiliki pasangan atau sudah berkeluarga, sebaiknya mulailah untuk belajar melupakan apa yang kita alami dahulu dengan 'cinta pertama'.

Biarkan segala masa lalu tersebut terkubur bersama waktu, ada kalanya perlu untuk kita mengenang masa lalu, namun perlu di ingat jika kehidupan yang sekarang ini kita jalani adalah jauh lebih penting. Kadang kenangan akan cinta pertama sulit dilupakan karena kita tidak berusaha untuk melupakannya.

Padahal sebenarnya sebagian besar cowok itu simple saja, seperti halnya para wanita mereka pun juga memiliki sifat yang tidak jauh berbeda. Yang membuat seorang laki-laki merasa betah berada disamping perempuan biasanya karena penilaian mereka tentang karakter pasangannya.

Ada cowok yang paling anti kalau melihat cewek yang kecentilan, suka alay, suka aneh-aneh sifatnya gak jelas sama laki-laki lain. Rata-rata cowok menyukai cewek yang pengertian, halus dalam bertutur kata, dan gampang diajak ngobrol.

Secara umum cowok menyukai cewek yang baik dan setia, tentu tidak mau kan kalau memiliki pacar yang suka melirik cowok lain. Mereka juga sering tidak berterus terang saat didepan cewek, bilangnya suka dan tidak marah padahal dibelakangnya dia sangat jengkel dengan sifat cewek yang terlalu berlebihan.

Menurut blogger gunungkidul jika kamu adalah seorang cewek yang ingin mendapatkan simpati banyak cowok, jadilah cewek yang berpenampilan sewajarnya, bersikap sopan dan tidak over dalam segala hal. Cowok paling benci wanita yang suka berlebihan, cowok suka cewek yang selalu mendukungnya, memberikan
kata kata semangat terhadap apa yang dia kerjakan.

Mungkin itulah sedikit gambaran tentang apa yang disukai cowok dari seorang cewek. Namun itu tadi hanyalah dilihat secara umum saja, yang pasti tiap orang mempunyai selera yang tidak sama, jadi kalau kamu ingin mendapatkan hati seseorang, go ahead saja dan
jangan putus asa.
Ingin tahu bagaimana cara merayu wanita agar dia bisa jatuh cinta dan menjadi pacar kamu? Cara merayu cewek yang kita suka memang kadang suka membingungkan, karena perasaan wanita jauh lebih sensitif dibandingkan pria, itu juga mungkin yang membuat kita harus betul-betul mengerti dia sebelum mendekatinya.

Tidak salah rasanya kalau Ada Band menciptakan lagu yang berjudul Karena Wanita Ingin Dimengerti, memang benar banget faktanya, kalau kita mau tau cara memikat wanita maka kita harus mengetahui isi hatinya.

Yang menjadi masalah adalah biasanya para cowok tidak begitu sabar untuk mendapatkan hati wanita secara sempurna, wajarlah sifat lelaki yang suka tidak sabaran. Dan perlu diketahui kalau cewek adalah sama seperti kita, kalau memang mencintainya usahakan jangan hanya menebar rayuan gomal saja.

Boleh saja kita merayu dia, asalkan di iringi dengan bukti nyata berupa perbuatan kita untuknya. Ok, cara merayu cewek sebenarnya tidak terlalu rumit, jika dia teman dekatmu, yang pertama perlu kamu lakukan adalah membuat dia terbiasa dan betah denganmu. Lalu bagaimana caranya? Sering-seringlah mengajak dia ngobrol tentang apa saja yang berhubungan dengan topik ringan, sering SMS dia, tapi jangan terlalu over dalam mendekati wanita, karena justru dia akan merasa risih dengan hal tersebut.

Jika kamu sudah mulai dekat dengannya, tidak perlu banyak resep untuk mendapatkan hatinya. Jika dia memang ada feel sama kamu, yang perlu kamu lakukan adalah selalu menjadikan dia sebagai yang paling penting dan istimewa. Wanita suka akan hal ini, jangan banding-bandingkan dia dengan cewek lain, puji dia apa adanya.

Kalau kamu merasa bingung pada saat mau SMS sama dia, mungkin bisa juga membaca tulisan tentang cara SMS orang yang kita suka.

Nah, setelah beberapa pendekatan sederhana kamu lakukan, yang perlu dilakukan hanyalah melihat reaksi dari dia. Kalau dia memang nyambung dan suka sama kamu, pasti dia akan mudah untuk kamu ajak jalan, namun jika dia tidak ada perasaan kepadamu, sebaiknya kamu belajar ikhlas dan menjadikan hal tersebut sebagai sebuah pelajaran, jangan kesal atau marah-marah, lebih baik ketahui bagaimana cara menahan emosi.

TEKNIK PENULISAN SKENARIO FILM


TEKNIK PENULISAN SKENARIO FILM


Oleh: Abdul Rahim
Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) UNM
http://www.abrahkreatif.blogspot.com

A.     PENGERTIAN SKENARIO

Pengertian mengenai Screenplay atau Skenario menurut Syd Field dalam bukunya The Foundations of Screenwriting adalah :

”A screenplay is a story told with pictures, in dialogue and description, and placed within the context of dramatic structure. A screenplay is a noun – it is about a person, or persons, in a place or places, doing his or her or their thing. All screenplays execute this basic premise. The person is the character, and and doing his or her thing is the action. (1994:8).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa skenario itu adalah sebuah naskah cerita yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang disusun dalam konteks struktur dramatik. Seorang penulis skenario dituntut untuk mampu menerjemahkan setiap kalimat dalam naskahnya menjadi sebuah gambaran imajinasi visual yang dibatasi oleh format pandang layar bioskop atau televisi. Adapun fungsi dari skenario adalah untuk digunakan sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film.


B.     TEKNIK PENULISAN SKENARIO

   1. Inti Cerita
Tahap awal dalam penulisan skenario adalah menetukan inti cerita yang akan dikembangkan menjadi sebuah skenario. Dalam inti cerita ini kita sudah mempunyai gambaran singkat tentang plot, karakter utama, maupun setting dari cerita. Inti cerita ini bisa berasal dari ide/inspirasi yang kita temukan baik dalam imajinasi atau fenomena keseharian kita. Banyak juga penulis skenario yang mengadaptasi novel, cerpen, atau puisi untuk dikembangkan menjadi skenario.

Inti cerita dari film Romeo and Juliet, misalnya, adalah percintaan antara dua orang anak manusia yang berasal dari latar belakang keluarga yang berlawanan yang pada akhirnya melahirkan tragedi.

   2. Sinopsis
Sinopsis adalah ringkasan cerita yang akan dikembangkan menjadi skenario. Pada umumnya Sinopsis ditulis semenarik mungkin dengan maksud menggoda pembacanya untuk membaca skenario dari sinopsis tersebut. Panjang sinopsis biasanya dari setengah sampai dua halaman. Sebagai contoh, kita dapat membaca sinopsis dari film-televisi Gadis Misterius berikut ini :

“Kisah roman-tragedi tentang seorang pelukis muda yang terobsesi pada gadis cantik yang pernah dilihatnya di tepi jurang. Obsesinya itu menjadi kenyataan ketika dia berkenalan dengan Lilis, resepsionis di sebuah kafé yang mempunyai wajah sangat mirip dengan wanita impiannya itu. Cerita kemudian berkembang setelah wanita yang dicintainya itu pun tiba-tiba menghilang dan dia dipaksa untuk menerima kenyataan-kenyataan yang sangat tidak masuk di akal. Lilis yang telah dipacarinya itu, ternyata telah meninggal jauh sebelum mereka pertama kali berkenalan. Kenyataan-kenyataan yang aneh tersebut justru mendorongnya untuk melakukan penyelidikan sampai kemudian dia menemukan jawaban yang sesungguhnya.”

   3. Karakter
Karakter atau tokoh adalah merupakan salah satu unsur terpenting dalam skenario sama halnya dalam cerpen maupun novel. Akan tetapi dalam skenario, karakter harus lebih dikembangkan secara lebih rinci. Hal ini juga berhubungan dengan kebutuhan aktor atau aktris yang akan memerankan karakter tersebut. Perincian karakter dalam skenario biasanya meliputi nama peran, jenis kelamin, usia, ciri-ciri fisik, sifat/prilakunya, pendidikan, kebiasaan, hubungan dengan karakter yang lain, dan sebagainya. Contoh perincian karakter adalah sebagai berikut :

Lilis, wanita berusia 25 tahun. Matanya teduh, murah senyum, rambutnya yang ikal panjang sampai ke punggung, dan tubuhnya ramping. Seorang wanita cantik yang selalu tampil sederhana, pekerja keras, dan baik hati. Dia juga tegar dalam menghadapi cobaan hidupnya. Meski dia selalu menghindar, namun diam-diam dia pun jatuh hati kepada Alam.

   4. Plot
Penyusunan plot yang merupakan alur cerita sangat diperlukan dalam menulis skenario sebagaimana dalam penulisan novel maupun cerpen. Struktur plot lazimnya terdiri dari 3 (tiga) babak yaitu set up atau awal konflik, confrontation atau komplikasi masalah, dan resolution atau penyelesaian masalah. Dengan adanya plot yang disusun terlebih dahulu akan sangat membantu penulis dalam penulisan skenario. Bentuk plot secara sederhana adalah sebagai berikut :

Babak I : Alam berkenalan dengan Lilis di sebuah kafe tempat Lilis bekerja, kemudian timbul rasa saling suka diantara mereka. Konflik mulai timbul ketika secara tidak sengaja Lilis bertemu dengan Pak Willy, Lilis kabur dan menghilang entah kemana. Alam terus mencarinya dan bingung karena dipaksa untuk menerima kenyataan-kenyataan yang sangat tidak masuk di akal. Lilis yang telah dipacarinya itu, ternyata telah meninggal jauh sebelum mereka pertama kali berkenalan.

Babak II : Kenyataan-kenyataan yang aneh tersebut justru mendorongnya untuk melakukan penyelidikan sampai akhirnya dia menemukan jawaban yang sesungguhnya, Lilis dan Pak Willy pernah menikah dan mempunyai seorang anak, namun Pak Willy tidak mau bertanggung jawab. Alam kemudian berhasil menemukan Lilis dan menyatakan keinginannya untuk menikahi Lilis, namun Lilis menampik. Alam pasrah. Pak Willy kemudian berambisi untuk memiliki Lilis dan anaknya kembali. Dia berusaha membujuk Lilis.

Babak III : Lilis akhirnya menjatuhkan pilihannya pada Alam, happy ending.

   5. Outline
Outline adalah susunan urutan adegan per adegan secara lebih rinci. Jadi bisa dikatakan bahwa outline adalah penjabaran dari plot. Contoh outline adalah sebagai berikut :

1. Di Kawasan Puncak :

1.1. Alam melukis pemandangan perkebunan teh yang ada di hadapannya,

1.2. Alam menghentikan kegiatan melukisnya begitu melihat seorang gadis berdiri di tepi jurang sambil memandang ke dasar jurang dan bersiap-siap melompat,

1.3.Alam yang melihat kejadian tersebut menjadi panik dan berteriak agar gadis itu tidak melompat,

1.4.Gadis itu tidak menanggapinya, dia tetap memandangi dasar jurang dengan tatapan kosong,

1.5.Alam berlari ke arah tepi jurang tempat gadis itu berada,

1.6.Alam tiba di tepi jurang dengan terengah-engah, namun dia tidak menemukan gadis itu lagi, dan seterusnya.

   6. Scene
Scene atau scene heading merupakan informasi tentang adegan. scene heading umumnya terdiri dari nomor scene, INT/EXT, lokasi adegan, dan waktu adegan. INT atau singkatan dari interior digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan di dalam ruangan, sedangkan EXT atau singkatan dari exterior digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan di luar ruangan. Adapun bentuk scene heading adalah sebagai berikut :

1. EXT. KAWASAN PUNCAK - PAGI

   7. Action
Action atau aksi adalah keterangan mengenai kejadian dalam setiap scene atau adegan yang merupakan penjabaran dari Outline yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk Scene 1 dapat ditulis sebagai berikut :

1. EXT. KAWASAN PUNCAK - PAGI
Alam melukis pemandangan perkebunan teh yang ada di hadapannya.

   8. Dialog dan Parenthetical
Dialog adalah kata atau kalimat yang harus diucapkan oleh karakter dalam adegan. Sedangkan parenthetical adalah pentunjuk aksi atau ekspresi yang harus dilakukan oleh karakter dalam mengucapkan dialog. Misalnya emosi, sedih, menangis, tersenyum, tertawa, dan sebagainya. Adapun dialog yang mengiringi perjalanan scene yang menunjukkan suara hati atau pikiran dari karakter tanpa melafalkan dialog digunakan istilah Voice Over (V.O), sedangkan dialog tanpa menampilkan karakter dalam adegan digunakan istilah Off Screen (O.S). Contoh dialog dan parenthetical adalah sebagai berikut :

8. INT. VILA PUNCAK - PAGI
Alam menghampiri dan melihat sebuah lukisan wanita yang terpampang di dinding ruang tamu. Dipandanginya lukisan itu lama-lama. Bersamaan dengan adegan tersebut, terdengar suara Alam.
ALAM

(V.O)

Aku tidak tahu pasti, apakah yang dia kagumi lukisanku atau wanita yang ada di dalam lukisan ini? Aku merasa tidak perlu tahu. Kalaupun dia mengagumi wanita yang ada di dalam lukisan ini adalah hal yang wajar karena akupun sangat mengaguminya, bahkan aku pernah melihatnya walau hanya sekejap.

ISTILAH-ISTILAH TEKNIS PENULISAN SKENARIO

Dalam penulisan skenario terdapat banyak istilah-istilah teknis selain yang telah disebutkan sebelumnya, berikut ini adalah istilah-istilah teknis lainnya yang umum digunakan, antara lain adalah :

·  CAMERA FOLLOW, petunjuk pengambilan gambar dengan cara mengikuti pergerakan obyek.
·  CAMERA PAN TO, petunjuk pengambilan gambar dengan cara mengalihkan kamera kepada obyek yang dituju dari obyek sebelumnya.
·  CLOSE UP, petunjuk pengambilan gambar secara close-up.
·  CUT TO, mengakhiri adegan secara langsung tanpa proses transisi.
·  CUT TO FLASH BACK, petunjuk mengalihkan gambar ke adegan flash back.
·  FADE IN, petunjuk transisi memasuki adegan secara perlahan.
·  FADE OUT, petunjuk transisi mengakhiri adegan secara perlahan dari layar.
·  FLASH BACK CUT TO, petunjuk untuk mengakhiri adegan flash back.
·  INSERT, sama dengan CAMERA PAN TO.
·  INTERCUT, petunjuk potongan adegan dalam satu adegan/scene.
·  ZOOM IN, petunjuk gerakan kamera dengan menyorot obyek dari jauh sampai dekat atau close-up.
ZOOM OUT, petunjuk gerakan kamera dengan menyorot obyek dari dekat sampai jauh.

Minggu, 07 Juli 2013

JUARA Harapan 1 SALAH SMS


JUARA Harapan 1 SALAH SMS

Karya : Paulus PN Simangunsong



Para tokoh:

01. Nina                     : Pelajar SMA
02. Togi                      : Abang ipar Nina
03. Kakak Nina         : Istri Togi

04. Dandi                   : Pacar Nina
05. Tono                    : Pengagum Nina

06. Ruri                      : Teman Nina yang sering iri
07. Tuti                       : Teman Nina

08. Orang 1               : Kelompok Ruri
09. Orang 2               : Kelompok Ruri

10. Kepala sekolah
11. Guru

Para pelaku tidak bicara




1
KANTIN SEKOLAH. PAGI.

LAGU GARUDA PANCASILA DALAM IRAMA DANGDUT.
BUNYI LONCENG TANDA ISTIRAHAT. TERDENGAR SORAK-SORAI GEMBIRA.
 PARA MURID MENARI DAN MENYANYI


Wo wo wo…
Tiba saatnya istirahat sekolah
Ya ya ya…
Lupakan sejenak ilmu eksakta
                                       Ya ya ya  wiyuuu…
                                      
                                       Andai tak ada gedung sekolah
Mungkin belajar di jalan raya
Berbaur dengan pedagang kaki lima
Menggelar alas koran di trotoar kota

Wo wo wo…
Tiba saatnya istirahat sekolah
Ya ya ya

 Lupakan sejenak ilmu eksakta
Ya ya ya  wiyuuu…

                                       Bukannya benci belajar
Bukannya tak ingin pintar
Tapi hati ingin senang sejenak
Istirahatkan otak walau sesaat
Wo wo wo… Ye ye ye…


TELEPON GENGGAM BERBUNYI KENCANG MENANDAKAN SMS MASUK.


Ruri : (LATAH) Copot…copot…copot….copot. Eh, copot. Hhhh… suaranya   
           kencang banget. Bikin kaget. Nggak ada yang lebih kenceng lagi? SMS
           nih. Baru pegang eh, sudah ngagetin. Bagaimana kalau lama? Atau
            sambil dielus-elus? Bisa mati jantungan aku.


Nina   :           Baca saja! Makanan datang nih. Ruri, kamu masih sering lewat         
 taman?
Hati-hati lho! Aku baca di koran tadi pagi, semalam ada pemerkosaan disana. 

Ruri     :           Iya. Aku juga dengar dari Bapak. Selanjutnya lebih baik pulang
                      Lewat depan kelurahan walau sedikit jauh memutar. Tidak apa
                     -apalah? Daripada ada apa-apa. (MEMBACA SMS. KAGET
                    . MENYEMBUNYIKAN RASA KAGET)

Nina    :           Dari siapa? Apa pesannya?

Ruri    :           (GUGUP) Belum baca kok he he he… Aduh! Tiba-tiba ingin ke WC.
Tunggu sebentar ya! Sampai nanti. (MENINGGALKAN HP)

Nina   :           (MENYANTAP MAKANAN. SMS TIDAK DIBACA)
Tingkahnya aneh bin ajaib? Ooo… mungkin kena sindrom HIV stadium empat HIV, Hasrat Ingin Vivissssss…

(LONCENG ISTIRAHAT SELESAI. NINA BURU-BURU MEMBAYAR LALU MASUK KELAS)
LAMPU BERUBAH
MEJA-KURSI KANTIN BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS.

2
DALAM KELAS. SIANG.

MURID-MURID MASUK SETELAH JAM ISTIRAHAT SELESAI.
RURI MENYANYI DENGAN TEMAN-TEMANNYA.


Ruri    :           (MENYANYI)
Hai teman-teman
Ada berita bagus
Bukan akal bulus
Kalian tentu senang
                        Sini sini aku bisikkan
                       
Di antara kita semua
Ada yang ihh… nggak tega

Semua           :           Ada apa sih
Bikin penasaran

Ruri    :           Di antara kita semua
                        Salah satu teman kita
Sudah bercinta tadi malam ah ah ah…
Bukan hanya itu saja
Tapi ada kondom dom dom dom

Semua           :           Siapa? Siapa? Bohong lagi kan?

Ruri    :           EeeSini…Sini (BERBISIK)

Semua:          Nggak mungkin. Nggak mungkin.
Nina itu anak baik-baik
Nggak mungkin berbuat tak baik.
Pacarnya alim
Belajarnya rajin
Jadi nggak mungkin, nggak mungkin benar

Ruri    :           Memang orang alim nggak tahu yang enak? Tidak suka yang enak-
enak? Salah. Justru mereka  lebih gila imajinasinya. Sadar! Sadar! Air tenang menghanyutkan toh? Siapa tahu pacarnya Nina menghanyutkan? Siapa tahu? Eh, siapa tahu waktu dia melamun ternyata membayangkan kita lagi telanjang? Hiiii seram kan?

Orang 1:         Tidak usah munafik Ruri! Bukannya suka?

Ruri    :           Kalau pacarnya Nina mau? Ya, mau juga sih.

Semua           :           Huuu…





Ruri    : Tapi benar lho. Dengan mata kepala sendiri kubaca SMS itu. Malah
              Lebih dulu baca daripada Nina. Tadi barusan. Aku pura-pura ke WC,
              terus kesini memberitahu kalian. Dibilangin tidak mau percaya.

Semua:          Apa? Apa? Apa?

Ruri    :           (MENGAWASI SEKITAR. MULAI BANYAK YANG MASUK
KELAS.)

Sayang titik titik titik. (MENJELASKAN) Titiknya ada tiga.
MELANJUTKAN ISI SMS) Tadi malam, koma, aku tidak pakai
kondom ,titik, hari ini sudah beli. (MENGAGETI) Kondom!

Orang 2:         (LATAH) Kondom…kondom eh kondom.

Semua:          (TERTAWA)

Orang 1:         (IKUT LATAH) Udah dom dom dom eh dom.

Semua:          (TERTAWA)

Orang 2::        Udah nggak keset keset keset lagi dong?

Orang 1:         Blong?

Orang 2:         Bolong?

Ruri    :           Ompong. Melompong. Tapi enak kali ya?

Semua:          Enak tenan… sst sst sst!

Nina   :           (MASUK TANPA MERASA ADA APA-APA. TEMAN-TEMANNYA
MENATAP ANEH. GURU MASUK.)


LAMPU BERUBAH


3
RUANG TAMU KELUARGA TOGI. SORE.

TOGI DAN ISTERI SEDANG BERSANTAI.

Togi  :   Penonton tahu tidak? Ini apa? Tidak tahu? Masa tidak tahu? Wah
              ketinggalan jaman. Ini namanya EICH PI. Telepon seluler. HAP…           
              PE. HAP… PE ini baru ganti onderdil. Bukan ganti EL SI DI atau           
             antena atau KI PET  tapi SIM KART.  SIM KART  lama diganti dengan
             yang  baru. SIM KART lama sudah kadaluwarsa soalnya kelamaan
             tidak diisi pulsa. Maklum! BBM naik, listrik naik, ongkos bus kota naik.
             Semua serba naik. Kere jadinya. Semua harus hemat.


Pulsa pun dihemat. Karena terlalu hemat, tenggang waktu aktif SIM KART
            habis. Jadi harus beli kartu baru. Yang menyebalkan, nomor telepon
            teman-teman di SIM KART lama ikut hilang. Terpaksa deh bercapek-
            capek ria mendata lagi nomor-nomor telepon.

Satu-satu masukin punya ibu
Dua-dua masukin punya ayah
Tiga-tiga masukin punya istri
Satu dua tiga baru yang lainnya.

Capek juga memasukan semua nomor. Untung pernah membuat backup di buku telepon. Kalau tidak, harus tanya lagi ke orangnya. Hilang dong nomor si gadis cantik.
Sebenarnya bukan itu yang menarik. Tapi ini nih (BUNYI SMS MASUK) Nah! Datang lagi. Betul dia lagi. (MEMBACA) Aku tidak kenal anda.
Jelas saja tidak kenal. Aku juga tidak kenal anda. Tadinya kupikir ini nomor istriku tercinta, si super galak. Ternyata bukan. Mungkin keliru memasukkan data nomor, jadinya salah ke nomor orang lain.
Jaman begini harus hemat. Kurangi pemakaian telepon! Manfaatkan fasilitas SMS semaksimal mungkin! Andai saja ada gerakan massal anti menelepon, tentu penghematan besar-besaran. Semua serba SMS. Dijamin negara tetangga tidak akan tertarik membeli perusahaan telepon negara kita.
Namun sungguh celaka. Bangsa kita suka gosip. Negeri doyan ngerumpi. Bisa berjam-jam cuap-cuap di telepon. Cuap-cuap apa saja. Dari harga cabe melambung tinggi hingga gosip artis kawin-cerai. Susah! Lihat saja berapa banyak acara psst psst… artis di televisi! Semua stasiun televisi punya.



Yang ini harus dipertahankan. Apalagi dia sekolah di tempat yang putri-putrinya terkenal cantik jelita. Kan sudah jadi rahasia umum kalau wanita sekarang suka dengan lelaki yang lebih tua. Apalagi sudah berkeluarga, banyak dicari. Sudah pengalaman, kata mereka. Ditambah pula bisa memberikan hadiah bedak atau baju baru, maka jadilah pasangan bersenang-senang dan terus ke… penonton terusin sendiri deh!
Ups, tapi ini kan sekolah adik iparku? Ngeri juga kalau sampai tercium SMS-an dengan anak sekolah. Bisa lumat aku. Tapi ada ini. Otak. Otak mencari siasat.

Kakak Nina:  Siasat apa?

Togi                : Tidak ada apa-apa. Aku lagi bersiasat agar hemat pulsa.

Kakak Nina  : Kirain siasat ngibulin istri. Pah, pinjam HP!

Togi                : Nah itu siasat pertama. Tidak meminjamkan HP kepada istri.

Kakak Nina : Sebentar saja. Nggak bakalan dimakan. Pulsa Mama habis.
                       Pinjam dong ! Sebentar saja.

Togi    :           Siasat kedua, tidak boleh meminjamkan HP kalau sebentar.

Kakak Nina:  Ya sudah. Pinjamnya lama.

Togi    :           Siasat ketiga, tidak boleh meminjamkan HP, apalagi lama.

Kakak Nina:  Pak Togi, aku kan isterimu? SMS sekali saja.

Togi    : Kakaknya Nina, tidak boleh. Siasat keempat, tidak meminjamkan
             HP Untuk SMS. Apalagi istri.

Kakak Nina:  (SEBAL) Mau dipegang saja. (TOGI MAU MENJAWAB). Itu siasat ketiga tidak meminjamkan HP untuk dipegang saja oleh istri. Awas ya! Nanti malam tidak boleh pegang-pegang! Titik (KELUAR)

Togi    :           Itu beda. Kalau urusan pegang itu nggak pakai siasat-siasatan.
Istriku! Istriku! Puasa lagi malam ini. Gara-gara HP ini sih. Gencatan senjata deh. Istriku!(MENGEJAR)



LAMPU BERUBAH










4
DALAM KELAS. PAGI.

MEJA DAN KURSI TERSUSUN RAPI. DI KELAS HANYA ADA NINA DAN TUTI.

Nina   :           (MENYANYI)
Kepada angin dan matahari
Kemana jawab akan kutemui
Tak tahu aku apa yang terjadi
Seolah aku kembang bangkai mati
Baunya tajam menusuk nurani

Sahabat saja yang aku cari
Yang telah ada pergi menjauhi
Apalah arti hidup begini
Seperti mati
Sendiri dan sepi

Perjalanan kehidupan
Butuh teman untuk berbagi           
Walau tak abadi tapi berganti
Sesaat saja dibutuhkan hati
Hati yang damai
Teman yang ramai

Tuti     :  Aku masih sahabatmu. Tak usah risau. Tapi jujur Nin! Kita kan
              sahabat.
   Aku butuh kejujuranmu. Benar tidak isi SMS itu? Terus terang! Tidak
   usah malu atau sungkan. Aku sahabat yang bisa menjaga rahasia.
   Kamu tahu sendiri kan?

Nina   :  Kamu sahabat sejati Tuti. Isi SMS itu benar. Tapi tidak ada
              Hubungannya denganku.

Tuti     : Tidak ada hubungan? Dia tahu nomormu. Dia menge-SMS berkali
              -kali. Dia tahu sekolahmu. Untung dia belum tahu rumahmu. Apa dia
              sudah tahu lagi?

Nina   : Itu aku yang beritahu. Maksudku, agar dia percaya kalau dia salah
             SMS. Aku kasih tahu kalau aku bukan istrinya. Aku ini anak sekolah. Eh
             malah SMS lagi: istriku bisa saja. Untungnya, masalah tempat tinggal dia
             tidak kuberitahu.

Tuti     : Tapi Nina, bahaya memberitahu identitas kepada orang tidak
             dikenal. Siapa tahu dia pembunuh berdarah dingin? Atau pemerkosa
             yang mencari mangsa? Atau perjaka tua yang cari perawan tingting?
             Orang-orang jaman sekarang penuh tipu daya. Bukan hanya orang lain
             atau tetangga yang ditipu, bahkan istri dan anak tega ditipu.

Nina   : Aku cuma ingin jujur. Berharap supaya dia mau mengirim SMS,
   menyatakan salah kirim SMS. Itu saja. Bukti itu akan jadi alatku
   melawan gosip miring yang beredar. Aku tidak tahan lagi tatapan mata
   aneh teman-teman karena SMS pertama itu?

Tuti     : Memang! Aku sahabatmu ikut terganggu. Kamu anak baik.
             Sepengetahuanku tidak pernah berbuat macam-macam. Aku percaya
             kamu seratus persen.

Nina   : Tapi dia tidak pernah meluluskan permintaanku. Malah ingin
              Kenalan lebih jauh. Mengejak bertemu. Kopi darat.




Tuti     : Terus mau?

Nina   : Ya tidak. Takut lah. Aku takut kalau dia berbahaya seperti katamu
              tadi. Aduh bagaima ini? Kalau gosip ini sampai ke guru, bisa gawat.
              Pasti akan sampai ke Kepala Sekolah. Terus sampai juga ke keluarga.
              Gawat.

Tuti     : Kenapa tidak ditelepon saja? Sudah berusaha menelepon?
             Mungkin dengan begitu dia mau berbaik hati? Dugaanku kamu kenal dia.
             Niatnya hanya menggoda kamu. Main-main.

Nina   : Sudah. Tapi dia tidak mau mengangkat. Malah balas SMS: hemat
             pulsa! Cintailah SMS seumur hidup! Lagian kan tidak surprise kalau
             sudah ngobrol dulu? Mendingan ketemu langsung saja.Jadi, tidak
             mungkin kita saling kenal. Bagaimana dong? Biasanya kamu banyak
             akal.

Tuti     : Masalah begini nggak berani kasih masukan deh. Urusannya bisa
             panjang.
  Nanti ada apa-apa, aku ikut bertanggung jawab. Pertama-tama jadi saksi
             lalu terdakwa. Saksi kan bisa jadi terdakwa? Nggak ah.

Nina   : Jadi dibiarin saja? Nanti teman-teman menganggap isi SMS itu
              memang benar. Kelakuanku seperti gosip miring yang beredar sekarang
              memang benar. Pembuktian dari sumber SMS bisa membantuku
              membersihkan nama.

Guru   : (MASUK) Nina dipanggil Kepala Sekolah.

Nina   : Baik Bu. Tuh kan? Pasti gosip sudah sampai.

Tuti     : Sementara diamin saja Nin.        (DILIRIK GURU) Bukan. Bukan Ibu.


LAMPU BERUBAH

MEJA-KURSI KELAS BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KANTOR KEPALA SEKOLAH



5
RUANG KEPALA SEKOLAH.

Kepala sekolah : Selamat pagi anak manis!

Nina                    : Selamat pagi juga Ibu cantik!

Kepala Sekolah:  Haus? Silahkan minum!

Nina                    : Tidak Bu. Terima kasih.

Kepala sekolah:  Kamu cantik hari ini.

Nina                    :  Ah, Ibu bisa saja.

Kepala sekolah: Sudah beli kondom ya?

Nina                    : Kondom?





Kepala sekolah : Memalukan. Kamu menorehkan aib di sekolah ini. Tidak Ibu
                              sangka. Anak cantik dan sepintar kamu bisa berbuat bejat.
                              Serigala berbulu domba. Tanggalkan bulu domba itu!

Nina   : Saya tidak pakai bulu Bu.

Kepala sekolah: Maksud saya, kamu harus menanggalkan, melepaskan aib dari
                             Sekolah ini.

Nina   : (KEPADA DIRI SENDIRI) Menanggalkan aib, melepaskan aib.  (KE
              KEPALA SEKOLAH) Bu ampun! Mohon jangan keluarkan saya dari
              sekolah! Bagaimana masa depanku Bu? Saya masih ingin belajar dan
              bermain dengan teman-teman. Apa masalahnya Bu? Saya tidak
              melakukan kesalahan apa-apa.

Kepala sekolah: Tidak bersalah bagaimana? Hubungan badan di luar nikah
                             bukan apa-apa? Masalah kondom anakku yang cantik kitik kitik
                             kitik! Itu masalahnya. Saya akan siapkan surat pemecatanmu
                             dari sekolah ini. Segera pulang! Beresi buku-bukumu dari
                             kelas.

Nina   : Saya tidak ngapa-ngapain kondom Bu. Benar! Tidak mencuri kondom
   siapa- siapa. (SADAR) Ooo, masalah SMS itu ya Bu? Tidak Bu. Tidak.
   Itu tidak benar. SMS itu salah kirim Bu. Salah kirim. Mohon, jangan
    Hanya mendengar dari satu sumber! Nomor pengirim SMS itu benar
    -benar tidak saya kenal.

(GURU DAN RURI MASUK)

Guru   : Ada informasi tambahan (BERBISIK KE KEPALA SEKOLAH)

Kepala sekolah: Baik. Terima kasih. (GURU DAN RURI KELUAR)

Nina   : Bu, saya benar-benar tidak bersalah.








Kepala sekolah: Nina  Nina. Sulit bagi Ibu mempercayaimu. Masalah SMS
                            Kamu bantah. Sekarang ditambah lagi kamu berpacaran
                            dengan pak Gatot. Berpacaran dengan gurumu sendiri. Itu
                            sama sekali tidak etis. Dilarang. Tidak baik seorang murid
                             berpacaran dengan gurunya. Tahu? Masih mau membantah?
                             Menghindar? Alasan apa lagi akan keluar dari mulutmu?

Nina   : Masalah apa lagi ini? Itu lebih tidak benar lagi Bu. Saya mengagumi
             pak Gatot. Dia ganteng, simpatik, pintar mengajar dan kebetulan
  rumahnya searah rumah saya. Jadi sering jalan bersama. Saya memang
  menyukai pak Gatot. Kalau dia mau jadi pacar, saya tidak keberatan.

Kepala sekolah: (KE PENONTON). Saya juga mau tahu.

Nina   :  Saya tidak ada apa-apa Bu. Kenapa Bu?

Kepala Sekolah: Saya mau tahu. Eh, maaf. Hmmm… baik-baiklah. Kamu bisa
        berceloteh apa saja. Silahkan cuap-cuap apa saja. Tapi Ibu
        butuh bukti. Buktikan berita kondom itu benar-benar kesalah
        -pahaman! Kesalah- kiriman SMS. Ibu butuh bukti. Ibu tidak
         ingin ini jadi hal buruk di sekolah kita. Hubunganmu dengan
         pak Gatot akan Ibu usut lebih lanjut.

Nina   : Silahkan Bu! Saya sudah menghubungi si pemilik HP. Saya menelepon
              langsung. Juga sudah saya SMS. Tapi dia tidak menggubris. Malah
              mengajak kenalan segala.

Kepala sekolah: Ibu tidak mau tahu. Pokoknya kamu harus dapat bukti.
                             Bagaimana caranya, Ibu tidak mau tahu dan tidak ikut campur.
                             Kalau tidak ya bye bye.
       Sudah. Masuk kelas sana! Ibu tunggu paling lambat tiga hari.

Nina   : Baik bu.


LAMPU BERUBAH




MEJA-KURSI RUANGAN KEPALA SEKOLAH BERUBAH POSISI MENJADI MEJA-KURSI DI KELAS.


Nina   :           (MASUK KELAS)

Ruri    :           (MENYANYI)
Nah lo ini dia
Gadis manis sok manis
Tapi bau amis hiii

Teman-teman:
Nah lo ini dia
Putri manis bukan gadis
Hiii

Ruri:               Tak punya malu sedikitpun                       
Tak bermoral secuilpun
Apa guna hidupmu
Kalau bernoda dirimu

Semua           : Nah lo ini dia
Gadis manis sok manis
Tapi bau amis hiii
Nah lo ini dia
Putri manis bukan gadis
Hiii

Semua           : Pecat! Pecat! Usir! Usir! Tidak tahu malu he!

Nina   :           (KELUAR SAMBIL MENANGIS)

Semua           : Huuuuu….!


LAMPU BERUBAH


6
SUATU TEMPAT. SORE.


Dandi :           (MENYANYI)
Kekasih
Benarkah berita yang kudengar
Jangan jadikan aku sedih
Aku ingin kejujuran
Kejujuran

Apalagi yang bisa kuharap
Semoga dewa cinta
Masih menyatukan hati kita
Kalau tidak
Apa yang bisa kulakukan

Bila berita itu benar
Aku dibohongi selama ini
Dibohongi beningnya mata
Dan lembutnya kata dari mulutmu
Apa aku kau bohongi




Nina:              (MENYANYI)
Tidak kekasih
Semua itu tidak benar
Kesalah paham semata
Dan salah kirim
Hhhh…

Dandi :           Aku tak percaya
                        Aku tak percaya
                        Tak bisa percaya begitu saja
                        Pasti ada sesuatu yang salah

Bagaimana dia bisa tahu kamu? Bagaimana bisa tahu? Berita ini
pun telah diketahui kedua orang tuaku. Mereka menasehati
 menjauhimu. Aku juga tidak ingin kena getah perbuatanmu.

Nina   : Dengan apa kubuktikan? Bagaimana caranya agar kau percaya?
             Haruskah menggantung diri di jembatan merah? Berteriak-teriak di
             perempatan lampu merah? Memasang iklan di koran-koran? Begitukah?
             Atau? Baiklah. Aku tidak menunggu lagi hingga malam pengantin. Aku
             mau menyerahkan lebih cepat sebagai pembuktian. Toh aku akan
             kehilangan itu suatu saat. Apa salahnya mempercepat. Carilah tempat
             yang layak! Atau di sini saja? Tapi aku takut ada orang lewat.
  Aku mencintaimu Dandi. Tidak ingin berpisah darimu. Aku patuh padamu 
  seumur hidupku. Bila aku kehilanganmu, tidak tahu harus berbuat apa.
  Ayolah!

Dandi : (TERTAWA) Tidak. Aku tidak bodoh. Kamu ingin menjebakku dengan
             tubuhmu? Siapa tahu aku bukan orang pertama yang menyentuhmu?
             Kamu ingin aku jadi tumbal kalau kekasihmu yang mungkin sekarang
             telah  meninggalkanmu? Tidak. Aku tidak akan terjebak.
Nina   : Sudah lama kita pacaran. Tidak sekalipun ada niat menghianati.
             Aku masih suci Dandi, tidak pernah melakukan hal buruk. Sekalinya
             ciuman pernah kulakukan hanya denganmu. Aku tidak mau lagi
             melakukan, takut dosa. Aku tidak ingin terlalu menikmati dosa. Berat
             akibatnya kalau semakin terjerumus. Kau setuju dan tidak pernah
             meminta lagi.



   Tapi sekarang tidak terpikir lagi dosa, tidak terpikir lagi. Walau harus
    melakukan dosa paling besar aku rela. Asal tidak kehilangan dirimu.
    Percayalah!

Dandi : Tidak. Tidak. Kita harus saling melupakan. Janji yang pernah kita buat
              anggap tidak pernah ada. Anggap masa lalu. Tidak ingin kena getah
              perbuatanmu. Titik.

Nina   : Semudah itu rasa percayamu hilang? Lalu apa gunanya selama ini
              berkasih-kasihan? Berjanji mempertahankan cinta walau badai
              menghadang? Baru angin kecil saja, sudah menyerah.

Dandi : Masalah ini kamu bilang angin kecil? Ini topan badai Nina? Please!

Nina   : Setidaknya bukan masalah kematian. Gampang sekali tidak percaya
              padaku. Mau membuktikan malah mengatakan akan menjebak. Lalu
              dengan cara apa kubuktikan. (DANDI PERGI) Dandi! Oh? 

(MENYANYI)
Kepada siapa lagi mengadu
Tidak ada yang percaya
Bahkan kekasih hati
Orang pertama mencium bibirku
Tidak percaya lagi

Ooo… dunia kemana harus pergi
Adakah ujung dunia tempat mengadu

(MENANGIS)


LAMPU BERUBAH


Tono   :           (HENDAK MEMELUK)

Nina   :           Hei!

Tono   : Jangan sok jual mahallah! Jual murah saja sudah tidak laku lagi.
             (HENDAK MEMELUK)

Nina   : Apa-apaan sih?





Tono   : Kalau tidak mau, kulaporkan ke keluargamu. Biar dipecat jadi anak.
             Atau kita cari tempat aman? Ayolah! Tidak ada yang tahu.

Nina   : Berani macam-macam akan kuteriaki maling.

Tono   : (TERTAWA) Aku memang maling. Maling profesional. Jeli
              Memanfaatkan kesempatan. Dulu berusaha mencuri hatimu tapi tidak
              mau. Sekarang kesempatanku memilikimu. Akan sama-sama senang,
              aku puas kamu aman. Ayolah!

Nina   :           Tolong!

Tono   :           Beneran teriak lo. Kabur! (KELUAR)

Nina   :           (MENYANYI)
Kepada siapa lagi mengadu
Tidak ada yang percaya
Bahkan kekasih hati
Orang pertama mencium bibirku
Tidak percaya lagi

Ooo… dunia kemana harus pergi
Adakah ujung dunia tempat mengadu

Tono   :           (MASUK LAGI). Ayo!

Nina   :           Tolong! (MENGEJAR TONO)



LAMPU BERUBAH



7
TAMAN. SORE.

Togi    : Ciluk ba! Ketemu lagi. Sudah beberapa hari ini dia itu tuh rajin SMS.
              Pagi-sore, siang-malam, terus menerus. Dengan perjuangan keras,
   akhirnya dia mau bertemu. Di taman lagi. Tempat romantis. Pucuk
   dicinta ulam pun tiba hua ha ha ha…
             SMS-nya itu lho bikin nggak tahan. Mas pasti ganteng, baik hati, ramah.
             Jadi nggak sabaran mau cepat-cepat ketemu.
             Dia nggak tahu kalau aku juga tidak sabaran mau ketemu. Apalagi istri
             tidak memberi jatah.



             Wah pusing! Tapi laki-laki kan harus jaga gengsi.
             Sedikit cuek. Pura-pura jual mahal. Pura-pura sibuk. Taktik tarik ulur
             mendapatkan mangsa.
             Tanya dulu ah sudah dimana posisi. Posisi, posisi?

   (NINA DAN KAKAKNYA MASUK. MEREKA DALAM PERJALANAN
    MENUJU TAMAN).
Nina   :  (MEMBACA) Posisi dimana? (KE KAKAKNYA) Kak, dia tanya posisi.

Kakak Nina:  Bilang sudah dekat!

Togi    : Oh, sudah dekat. Makin tidak sabaran. Hasrat meledak, kepala mau 
   pecah, burung hendak keluar dari sarang. O,  buruuung kau sabarlah!

Nina   : Tidak sebaiknya menghubungi Polisi kak?

Kakak Nina: Tidak usah dulu. Taman dekat jalan besar. Lagipula banyak
                      penonton. Kakak sembuyi tidak jauh darimu. Begitu ada apa-apa,
                      Kakak akan teriak memanggil orang. Kita tangkap dia dengan
                      tangan sendiri. Kakak gemes ingin menjitak kepalanya. Huh!

Nina   :           OK. Tapi agak takut Kak.

Kakak Nina: Tenang! Kalau dia macam-macam akan ku ciat ciat ciat. Dia belum
                       Tahu kalau aku sabuk hitam karate. Ciat.

Nina   :           Alaa… sama kucing saja takut.

Kakak Nina: Kucing beda. Bulunya bahaya buat rahim wanita.

Nina   : Laki-laki juga seperti kucing, suka daging mentah. Daging apa saja. Huh!
             Harus bisa kujelaskan segala masalah ini. Semoga secepatnya bisa
             bebas dari tatapan sinis teman-teman, sangsi kepala sekolah dan Dandi
             (MENANGIS).

Kakak Nina:  Sudah jangan menangis! Masalah ini  segera selesai. Kita sudah di
                       taman..
  Kakak menunggu di sini. Ayo jalanlah!







Togi    : Hei Nina? Dia mau kemana? Tumben lewat taman? Bukankah dia takut
             lewat sini? Nggak takut lagi? Sejak kapan? Sendirian pula? Katanya
             takut lewat sini. Cari tempat sembunyi. Kacau kalau ketahuan. Bisa
             kacau pertemuan.
Nina   : Tadi si Abang bukan ya? Oh, mungkin diminta kakak ikut mengawasi
              kalau terjadi apa-apa. Aman. Sudah dua orang menemani. Orang-orang
              juga siap membantu kalau kakak beraksi. Tinggal teriak, bantuan
              datang.
              Mana dia ya? Sudah jam segini belum muncul juga. (SMS MASUK.
              MEMBACA) Aku sudah di taman, kamu dimana?

Togi    :  Wah gawat. ada istriku di sini. Kok semua serba kebetulan ya? Aku
    sedang menunggu sesorang eh, malah datang dua orang yang tidak
               diharapkan. Bagaimana caranya biar aman? (SMS MASUK)
               (MEMBACA) Aku juga sudah di sini. Kamu dimana?

     Dia sudah di sini. Wah gawat. Harus pindah lokasi, kalau tidak barabe.

Kakak Nina:  (SMS MASUK) SMS dari Nina. (MEMBACA) Dia ngajak pindah
                       Tempat ketemuan. Ke dekat tempat sampah di dekat pintu keluar
                   .  Jangan-jangan tuh cowok sudah tahu kalau aku jagain Nina.
                       Bagaimana ya?  
(MENGETIK) K-A-M-U spasi K-E S-A-N-A  spasi S-A-J-A  tanda seru  A-K-U spasi  I-K-U-T  spasi D-I spasi B-E-L-A-K-A-N-G  titik

Nina   :           (SMS MASUK)
(MEMBACA) Aku sudah di posisi. Buruan ya!

Togi    :           Yes. Pesan sudah delivered. Aduh! Nina kok malah ke sini? Aduh!
                      Harus pindah posisi lagi.

Nina    :           Mana dia?
(MENGETIK) A-K-U  spasi  S-U-D-A-H  spasi D-I  spasi P-O-S-I-S-I spasi.  K-A-M-U spasi D-I spasi M-A-N-A tanda tanya.




Kakak Nina: Si abang ngapain mengendap-endap di situ? Tadi katanya mau
                      Reunian SMA. Kok ada di taman ini? Nina minta datang kali? Aku
                      kasih tahu Nina, abang iparnya sudah di sini, biar tenang.
(MENGETIK) B-A- N- G  spasi  T-O-G-I spasi  D-I spasi  S-I-N-I titik T-E-N-A-N-G spasi S-A-J-A. titik.
Sent. Kok unsent. Yah unsent lagi. Cek pulsa. Ah, pantas. Sudah nol. Bang! Bang!

Togi    : Istriku tahu. Aduh! Dia memanggil lagi? Tanda tanda gagal. Kok
             ada disini?

Kakak Nina: Nemenin Nina. Lho abang kan mau reunian? Kok di sini?

Togi:               Oh? Reuninya ditunda. Jadi Abang ke taman. Cuci mata saja.

Kakak Nina: Lihat cewek?

Togi    :           Oh? tidak. Untuk apa lihat wanita lain? Istri sendiri lebih cantik dari
semua yang ada? Aku pergi beraksi dulu ya. Bye.

Kakak Nina:  Eh mau kemana? Tunggu dulu. Kita di sini saja. Pinjam HP dulu!
                     Mau SMS.
Togi:               Harus sendiri-sendiri biar seru. Boros sih SMS melulu. (KE DIRI SENDIRI) Ups, bisa ketahuan isi SMS dari si gadis cantik. Ayo! Buruan delete. Aman.
Jangan banyak-banyak!

Kakak Nina:  Ada rahasia ya? Pakai diutak-atik.

Togi    :           Apa sih yang mesti dirahasiain. Tadi tombolnya agak macet. Abang
                      Coba dulu. Ternyata tidak masalah lagi. Silahkan putri.

Kakak Nina:  (MENGETIK) B-A-N-G  -  T-O-G-I  -  D-I  -  S-I-N-I  -  D-E-K-A-T  -   T-E-M-P--T-M-U  -  M-E-N-U-N-G-G-U  -  P-E-R-T-A-M-A  - T-A-D-I.
Ngomong-ngomong mau kemana lagi sih Bang? Sudah. Nih!

Togi    :           Jalan-jalan doang.







Nina    : (SMS MASUK). Bang Togi? Kok dia SMS pakai nomor ini? Kenapa ya?
             Ooo… dia pasti sudah menangkap orang itu. Abang meng SMS lewat
             -SMS lewat HP si pembuat susah itu. Hebat. Abang iparku benar-benar
             -benar hebat (MENGETIK). K-A-K    L-A-K-I  -  L-A-K-I  -  I-T-U  -  S-U-D
             -A-H  -  K-E-T-A-N-G-K-A-P  -  A-K-U  -   M-E-N-U-J-U  -  T-E-M-P-A-T  - 
              M-E-N-U-N-G-G-U  -  P-E-R-T-A-M-A  -   T-A-D-I.

Kakak Nina:  (SMS MASUK) Jangan kemana-mana dulu! Kita ke sana sebentar
                     Nemuin Nina. Dia sudah ketemu yang mengganggunya.

Togi:               Tapi?

Kakak Nian:  Tidak ada tapi-tapian (MENARIK TOGI).

Togi    :           (KESAL)

Nina    :           Itu mereka. Tapi mana laki-laki itu? Mereka berdua saja. Bang mana
orangnya? Sudah dibawa Polisi atau kabur?

Kakak Nina:  Orangnya? Siapa? Dari tadi aku dengan abangmu kok. Dia tidak menangkap orang.

Nina    :           Dia SMS pakai nomor laki-laki itu.

Kakak Nina:  Nomor laki-laki itu? Sini lihat! Yang mana?

Nina:               Yang ini.

Kakak Nina:  Kalimat ini Kakak yang kirim pakai nomor…. Ooo, pengganggu
                      Nina itu ternyata kamu. Kampret. Adik sendiri mau dimakan. Dasar
                      kucing garong.

Nina    :           Abang?

Kakak Nina:  Iya! Dia baru ganti nomor. Nomor Bang Togi di HP-mu sudah tidak
berlaku lagi. Dasar suami mata keranjang.
Togi    :           Ampun! Ampun!


LAMPU BERUBAH