Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Januari 2015

Perjuangan Hidup


Karya : Nur Milad
Ditempat Inilah aku menatap
Ditempat Inilah aku  berpijak
Ditempat Inilah aku menanti
Di tempat inilah aku berjuang
Kugantungkan cita citaku setinggi langit
Hati merintih
Air mata menetes
Keringat bercucuran
Demi menggapai bintang yang bersinar terang
Detik demi detik telah kulalui dengan berbagai rintangan
Langkah demi langkah kulalui dengan berbagai rintangan
Langkah demi langkah ku berpijak ke dunia ini dengan penuh harapan
Akankah semua itu dapat kugapai, kuraih, kupegang, kugenggam
Dengan jari jemari yang lemah ini
Tubuh ini bagaikan segelintir debu yang tak mampu menahan terpaan angin
Tubuh ini bagaikan busa air yang tak mampu menahan aliran air
Tubuh ini lemah, tubuh ini lemas
Tapi hati ini kuat, hati ini bisa, hati ini mampu berjuang
Ya... Tuhan...
Dengan menyebut namamu
Berilah kekuatan pada tubuh ini
Untuk tetap tangguh dalam menghadapi segenap cobaan
Yang telah engkau takdirkan kepadaku
Saat ini aku terbaring
Tapi aku bangkit demi cita cita
Sungguh tubuh ini telah terbangun dari kelelapan malam
Untuk menopang cita cita bagaikan gunung pencakar langit
Kini aku telah merangkai, mengais sebuah kesuksesan
Dengan jiwa yang tegar dibalut dengan keyakinan
Dalam lubuk hati yang dalamku ini berkata
Aku pasti bisa.... Aku pasti bisa.... Menghancurkan bongkahan batu yang membentangiku
Walau badai menerpa, walau ombak menghambar
Tapi itu semua tidak lagi manejadi penghalang bagiku
Untuk memperjuangkan hidup ini
Ke jalan yang penuh dengan naungan angin yang meliuk liuk kesuksesan

Pahlawan Indonesiaku


By : Nur Milad
Di pagi hari ini aku termenung
Menatapi nasib para pahlawanku
Perjuangan melawan penjajahan
Sangat menantang bagimu
 Namun engkau tetap melakukannya
Walau itu harus merengguk nyawamu
Itu demi siapa ?
Itu demi indonesiaku
Pahlawan yang gugur di masa yang lalu
Adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Tuhan... Mengapa para pahlawan rela mengornangkan dirinya ?
Hanya untuk melindungi bangsa yang hancur ini
Mengapa ya.. Tuhan ?
Pahlawan Indonesiaku...
Tak pernah mengenal
Rasa takut, rasa sedih, bahkan rasa kecewa
Melainkan rasa percaya diri yang ada dilubuk hatinya
Serbu...
Merdeka atau mati Allahu Akbar
Suaramu terdengar kian  merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan bambu bambu runcing mneyatu
 Engkau terus menyebut asma Allah
 Hanya untuk indonesiaku
Demi negeri kau korbangkan waktumu
Demi negeri kau taruhkan nyawamu
Hari harimu diwarnai dengan pembunuhan, Pembantaian
Dan dihiasi dengan bunga bunga api
Mengalir Sungai darah di sekitarmu
Kemerdekaan
Telah kalian wariskan
Kepada negeri ini
Kepada kami anak anakmu
Kemerdekaan
Menjadikan kami generasi
Yang lebih baik
Kini aku hanya mengucapkan
Terima kasih pahlwan Indonesiaku
Jasamu tak akan pernah aku balas

Aku Untuk Indonesiaku


Karya : Nur Milad
Waktu demi waktu ku lalui dengan memiliki satu tujuan, tujuan setinggi langit yang akan aku
Persembahkan untuk negeriku tercinta segenap jiwa dan segenap raga dan segenap
Perjuangan akan aku curahkan untuk engkau negeriku
Namun adakah arti jawaban itu
Makan, menikmati yang bukan haknya
Menginjak nginjak harkat, martabat bangsa, bahkan merobek robek bendera perjuangan negeri ini
Apakah yang akan mereka rasakan, para pahlawan mempertanggung jawabkan negeri ini
Sampai titik darah penghabisan
Kalbu kecilku bertanya, Tuhan....
Apakah ini bagian dari keindahanmu...
Bukan ini adalah perbuatan tangan tangan jahil yang ada di negeri ini apakah kita pernah merenungkan dan pernah malu jika hanya menjadi benalu di negeri ini, dan apakah kita pernah marah apabila harkat dan kehormatan negeri dilecehkan
Tidak..Tidak aku tidak akan membiarkan satupun sayap dari negeriku rapuh
Kekokohan negeri ini akan aku jaga
Tidak.. Tidak ada kata menyerah untuk indonesiaku
Tidak.. Tidak ada kata putus asa untuk Indonesiaku
Aku.. Aku akan mempersembahkan raga dan jiwa ini
Kepada generasi dan Harkat bangsa yang ku cintai

Hari Harimu


Karya : Nur Milad
Hari hari yang ku jalani terasa hambar
Terasa hampa tanpa kau di sisi....
Kerap kali bayangmu menghantui setiap langkahku
Ku disi hanya seorang diri
Yang hanya menanti dan hanya menunggu
Menanti dan menunggu kedatangan mu kembali di hati ini
Hal apapun yang kulakukan selalu ingat dirimu
Kemana pun kaki ini melangkah yang selalu kutuju adalah hatimu
Takkan mampu berpaling darimu
Karena diri ini adalah dirimu
Kesedihanmu adalah kesedihanku
Meskipun bahagiamu bukan bahagiaku
Kau lebih memilih dia dari pada aku
Aku memeng  tak seperti dia, aku tak punya harta tak punya kedudukan
Tapi aku punya cinta yang tulus untukmu
Di matamu aku selalu rendah
Selalu hina, selalu kotor di  mata indahmu
Bibir mungilmu selalu menecelaku dengan kata kata keji
Sorot matamu tajam menatapku sinis perih dan sakit hati ini melihat semua

Andai Aku Bisa Buat Yang Terindah


Nur Milad Dalam Karyanya
Andai aku bisa
Ku ingin membuatmu bersinar
Menerangi malammu
Menghapus kebisuan sunyi
Andai aku bisa
Ku ingin membuatmu berteriak
Tentang cintamu
Tentang kebahagian
Tentang damainya hidup yang kau rasa
Namun mungkin sebatas angan
Meredupkan sinarmu
Merangkulmu dalam kesedihan
Memberi solusi tragedimu
Biarlah berjalan seiring doa
Tiada ada akan kubutuhkan
Selama tegar hidup dalam pahit
Dikala aku mampu menerbangkan
Cinta dalam persahabatan tak bertepi
Karena kau selalu setia
Dalam kebahagian sepi
Untuk membawaamu selalu
Membantu tuk ceria
Dan masih ada hari esok